Saia Dan Moksa
Tuhan,
Beri aku waktu sebulan saja
Untuk mengerti betapa Kau telah sempurnakan hidupku
Dengan segala anugerah tak terhingga
Dari yang kupinta sampai yang tak sempat kupinta
Dari yang kudamba selalu hingga yang tak terpikirkanku
Tuhan,
Jika sebulan terasa begitu lama
Cukuplah seminggu yang penuh kesadaran
Betapa Engkau sangat menyayangiku
Bahkan dalam bejatku, kejiku, durhakaku
Tuhan,
Jika seminggu pun masih terlalu panjang
Cukuplah sehari untuk membuatku sadar
Bahwa aku sang durja itu
Sang perongrong-Mu, yang selalu menuntut-Mu
Begini dan begitu untuk puaskan mauku
Sementara tak sekalipun aku mengerti-Mu
Bahkan sekadar mengingat-Mu, menyebut nama-Mu
Apalagi berkirim salam cinta pada-Mu
Kecuali dalam rapuhku
Tuhan ,
Kalau itupun terlalu lama
Beri aku satu jam saja
Untuk intim mencumbu-Mu
Mencium-Mu, memeluk-MU, bersatu pada -Mu
Agar aku bisa mengerti
Engkau Tuhanku dan akulah sahaya-Mu
Tuhan,
Bila itupun masih terlalu panjang
Cukuplah sedetik saja jelang kematianku
Untuk meratap ampun-Mu
Tuhan,
Sedetik saja, sedetik saja, sedetik saja……….aidit faisol with love
Beri aku waktu sebulan saja
Untuk mengerti betapa Kau telah sempurnakan hidupku
Dengan segala anugerah tak terhingga
Dari yang kupinta sampai yang tak sempat kupinta
Dari yang kudamba selalu hingga yang tak terpikirkanku
Tuhan,
Jika sebulan terasa begitu lama
Cukuplah seminggu yang penuh kesadaran
Betapa Engkau sangat menyayangiku
Bahkan dalam bejatku, kejiku, durhakaku
Tuhan,
Jika seminggu pun masih terlalu panjang
Cukuplah sehari untuk membuatku sadar
Bahwa aku sang durja itu
Sang perongrong-Mu, yang selalu menuntut-Mu
Begini dan begitu untuk puaskan mauku
Sementara tak sekalipun aku mengerti-Mu
Bahkan sekadar mengingat-Mu, menyebut nama-Mu
Apalagi berkirim salam cinta pada-Mu
Kecuali dalam rapuhku
Tuhan ,
Kalau itupun terlalu lama
Beri aku satu jam saja
Untuk intim mencumbu-Mu
Mencium-Mu, memeluk-MU, bersatu pada -Mu
Agar aku bisa mengerti
Engkau Tuhanku dan akulah sahaya-Mu
Tuhan,
Bila itupun masih terlalu panjang
Cukuplah sedetik saja jelang kematianku
Untuk meratap ampun-Mu
Tuhan,
Sedetik saja, sedetik saja, sedetik saja……….aidit faisol with love
Category:
